Perjalanan panjang masyarakat lokal menjaga kearifan pesisir Nongsa hingga menjadi kawasan ekowisata percontohan.
Ekowisata Mangrove Pandang Tak Jemu berawal dari pemukiman nelayan tradisional Melayu di wilayah Sambau, Nongsa, Kota Batam. Nama "Pandang Tak Jemu" diambil dari rimbunan pohon bakau alami dan nama tokoh masyarakat setempat yang merintis kawasan konservasi pesisir.
Warga menggantungkan mata pencaharian dari hasil laut dan menjaga garis pantai secara tradisional dari generasi ke generasi.
Masyarakat dan komunitas pemuda lokal mulai secara swadaya menanam kembali ribuan bibit bakau untuk memulihkan pesisir Nongsa.
Pembangunan fasilitas pendukung wisata seperti jalur boardwalk, arena pertunjukan budaya, dan pemberdayaan sentra UMKM kerajinan lokal.
Meraih pengakuan bergengsi dalam ADWI sebagai salah satu Desa Wisata Konservasi Berprestasi tingkat nasional.