Sambau, Nongsa, Kota Batam
Logo Ekowisata Mangrove Pandang Tak Jemu
Pandang Tak Jemu Ekowisata Mangrove
Warisan Kebudayaan Melayu

Sejarah Ekowisata Mangrove Pandang Tak Jemu

Perjalanan panjang masyarakat lokal menjaga kearifan pesisir Nongsa hingga menjadi kawasan ekowisata percontohan.

Sejarah Pemukiman Ekowisata Mangrove Pandang Tak Jemu

Asal Usul & Nama Kampung

Ekowisata Mangrove Pandang Tak Jemu berawal dari pemukiman nelayan tradisional Melayu di wilayah Sambau, Nongsa, Kota Batam. Nama "Pandang Tak Jemu" diambil dari rimbunan pohon bakau alami dan nama tokoh masyarakat setempat yang merintis kawasan konservasi pesisir.

Awal Pemukiman

Kehidupan Nelayan Pesisir

Warga menggantungkan mata pencaharian dari hasil laut dan menjaga garis pantai secara tradisional dari generasi ke generasi.

1
2
Inisiasi Konservasi

Gerakan Reboisasi Bakau

Masyarakat dan komunitas pemuda lokal mulai secara swadaya menanam kembali ribuan bibit bakau untuk memulihkan pesisir Nongsa.

Transformasi Ekowisata

Pembangunan Boardwalk & UMKM

Pembangunan fasilitas pendukung wisata seperti jalur boardwalk, arena pertunjukan budaya, dan pemberdayaan sentra UMKM kerajinan lokal.

3
4
Penghargaan Nasional

Juara Anugerah Desa Wisata Indonesia

Meraih pengakuan bergengsi dalam ADWI sebagai salah satu Desa Wisata Konservasi Berprestasi tingkat nasional.